Friday, April 24, 2015

ketat sampai akhir

sabtu 18 april 2015 tergelar laga final liga futsal bppk tahun 2015 yang diselenggarakan di arroyan stadium. pada laga ini mempertemukan dua tim setban keuangan berhadapan dengan setban perjuangan, yang kebetulan berasal dari unit/lokasi yang sama yaitu sekretariat badan. berbekal ciri permainan yang terbilang sama, akhirnya setban keuangan memenangkan pertandingan melalui babak tambahan dengan skor akhir 7-5. dimana dalam kondisi normal 2x20 menit kedua tim bermain imbang 3-3.

absennya sang palang pintu

layaknya final liga champion 2014 yang mempertemukan saudara sekota real madrid vs atletico madrid, final liga futsal bppk tahun 2015 ini juga mempertemukan saudara seunit kerja (setban keuangan vs setban perjuangan).
gambar 1. starting line-up keuangan vs perjuangan


pertandingan berjalan sengit karena kedua tim menerapkan strategi yang sama. memakai strategi serangan balik dengan garis pertahanan yang dalam. perubahan susunan pemain terjadi untuk kedua tim, kembalinya sang palang pintu aris di kubu keuangan menambah ringannya tugas yang diemban anco, karena praktis konsentrasi serangan yang dilakukan oleh anco lebih variatif. berbeda dibanding saat laga semifinal lawan pusdiklat knpk, konsentrasi anco terpecah untuk membantu pertahanan tim yang ditinggal aris. sedang di kubu setban perjuangan absennya palang pintu dhani memaksa putro yang sebelumnya berperan sebagai box-to-box player menjadi palang pintu terakhir untuk tim setban perjuangan. sedang posisi putro diisi oleh amin, yang pada laga semifinal berperan sebagai target man. kondisi tiadanya dhani sebagai palang pintu terakhir benar-benar dimanfaatkan oleh setban keuangan. dari statistik pertandingan (gambar 2) menunjukkan jumlah tembakan yang dihasilkan setban keuangan. hanya kesigapan dari agung sang kiper yang mampu menahan gempuran setban keuangan.
 gambar 2. statistik pertandingan


saling uji kesabaran

jalannya pertandingan berlangsung ketat dengan tempo lambat. penguasaan bola didominasi setban keuangan dengan persentase 55% berbanding 45%. disiplinnya pertahanan setban perjuangan yang dikomandoi putro menyulitkan anco untuk menyusup ke dalam sektor pertahanan tim setban perjuangan. sehingga menyebabkan tim setban keuangan banyak memanfaatkan sektor sayap untuk membongkar pertahanan setban. keenam gol yang terjadi di waktu normal merupakan serangan balik yang menunggu kelengahan lawan masing-masing. masuknya suryadi menggantikan ibnu memberikan dimensi baru serangan tim setban keuangan. pergeseran posisi suryadi -yang biasanya berduet dengan aris di belakang- untuk lebih melebar memberikan variasi serangan baru bagi setban keuangan yang hanya mengandalkan kolaborasi anco-ibnu. tidak ada perubahan strategi berarti yang dilakukan tim setban perjuangan sepanjang waktu normal, hanya sekedar pergantian pemain. pergantian pemain yang dilakukan setban perjuangan hanya sekedar menjaga tempo permainan dan stamina masing-masing pemain. silih berganti gol yang dihasilkan kedua tim menghasilkan skor 3-3 sehingga pertandinganpun harus dilanjutkan dengan babak tambahan. 

blunder taktik setban perjuangan

agak mengherankan, perubahan strategi yang dilakukan setban perjuangan dengan mendorong putro dan amin untuk lebih kedepan, dan memasang candra -yang sepanjang waktu normal sebagai target man- bermain di palang pintu terakhir. naiknya amin kedepan membuat setban keuangan semakin berani untuk menekan setban perjuangan. melihat kondisi tersebut setban keuangan langsung berinisiatif menyerang sejak menit pertama babak tambahan. terbukti lengahnya konsentrasi setban perjuangan dapat dimanfaatkan dengan baik oleh setban keuangan. 4 gol tercipta dalam waktu 4 menit. babak kedua tambahan waktu diiringi dengan perubahan radikal taktik setban perjuangan. agung sang kiper bertukar peran dengan dodi, yang mengakibatkan naiknya tempo pertandingan, dikarenakan tipikal permainan agung yang direct football. perubahan ini membawa perubahan dengan dua gol yang dihasilkannya. dengan waktu sisa, praktis setban keuangan semakin menurunkan garis pertahanan mereka kembali memainkan tempo lambat. peluit akhir berbunyi, dan skor pun bertahan 7-5 untuk kemenangan setban keuangan. 

juara baru liga futsal tahun 2015 pun muncul, dengan setban keuangan mengakhiri seluruh kisah dan kejutan yang terjadi. dan berhak mengangkat "si kaki empat" (julukan piala bppk). selamat untuk sang juara, dan kita jumpa lagi di liga futsal bppk tahun mendatang.

Wednesday, May 21, 2014

perspektif

suatu waktu selepas sore menjelang bel pulang kantor saya dan teman saya, sebut saja namanya ujian dan rekan satunya bernama serdadu [nama telah disamarkan], sedang asik terlibat obrolan tentang macet tadi pagi.
"hampir tiap hari selama sebulan telat terus" prolog teman saya
"emang kenapa?" tanya saya
"pasti gara-gara kereta sering lewat" serdadu menambahkan.
"gak coba dinikmati sih" timpal saya.
"gak ngaruh, sama saja. tetep telat" sahut si ujian.

masing-masing dari kita memiliki pandangan berbeda tentang hambatan/rintangan yang kita alami. tergantung pada kepribadian masing-masing. seperti halnya kisah kereta lewat yang dialami kedua teman saya. ada yang menanggapi biasa saja, sudah selayaknya. ada juga yang menaggapi dengan kecewa dan marah-marah. ada juga yang menanggapi dengan sukacita, ibarat bocah cilik yang justru malah bahagia bila melihat kereta lewat. ada perbedaan cara pandang antara saya-teman saya-dan bocah cilik itu saat ada kereta lewat. perubahan cara pandang inilah yang sebenarnya mutlak diperlukan untuk sebuah kesuksesan atau setidaknya merubah keadaan sementara.

contoh teranyar di dunia sepakbola adalah sosok guardiola-pellegrini-conte-simeone-blanc-ancelotti. yups... mereka saat ini adalah pelatih yang sukses menjadikan tim asuhannya menapak menjadi juara di masing-masing negara klub yang dibesutnya. apa kesamaan mereka semua? persamaan orang-orang tersebut diatas adalah posisi yang mereka jalani saat masih aktif sebagai pemain. mereka semua adalah pemain bertahan (gelandang bertahan/bek tengah). sebelum musim bergulir, dewan direksi masing-masing klub memilih mereka semua untuk menjadi arsitek tim. dengan tujuan menjuarai kompetisi plus bermain atraktif. awal penunjukan mereka pasti dipertanyakan oleh sebagian fans, karena mereka semua adalah pemain bertahan saat masih aktif bermain. bukan mempertanyakan trofi yang akan dicapai, tapi mempertanyakan tipe permainan yang akan diterapkan.

justru saat akhir musimlah kritik dan suara minor dari fans hilang dengan hadirnya trofi dan kualitas permainan atraktif yang tetap disuguhkan. bagaimana pelatih-pelatih itu dapat menyuguhkan permainan atraktif hinga juara? justru perspektif yang berbeda itulah yang dibawa oleh masing-masing pelatih. permainan menyerang dari cara pandang seorang pelatih berkarakter bertahan. hingga dihasilkan keseimbangan dalam permainan. dan gelar juara.

selamat untuk para fans yang klub kesayangannya menjadi juara, walkhususon gooners/gooneretes yang tak lupa mengucapkan doa buka puasa (gelar). ahahaha

Monday, May 19, 2014

(susahnya) hidup sederhana para pejabat

suatu hari pernah saya melihat tayangan lawak di televisi swasta yang bertitel "i-el-ka". tema yang dibahas terkait dengan pola hidup sederhana pejabat negeri kita. kesan yang didapat selama acara berlangsung sangatlah negatif. sampai-sampai salah satu narasumber menyampaikan bahwa "hasil survei dari 100 orang pejabat di negeri ini yang berpola hidup sederhana adalah tidak ada. survei gagal, karena tidak ada satupun pejabat di negeri ini yang berpola hidup sederhana.


ketawa? iya.
terkejut? tidak sama sekali.
apa memang benar tidak ada satupun pejabat negeri ini yang dapat hidup sederhana?
ataukah karena mereka semua orang/karyawan "swasta" yang tidak tahu secara menyeluruh tindak tanduk pejabat negeri ini.

dan sepertinya pendapat itu -menurut pendapat saya- sama sekali tidak benar. mereka bahkan tidak tahu bahwa banyak pejabat negeri ini yang mengalami kesulitan finansial sekedar untuk pulang kampung menjenguk keluarga, sampai-sampai negara membantu untuk membuat perjalanan dinas ke kampung halaman. ada juga pejabat negeri ini yang kesulitan mendapatkan tempat tinggal selama bertugas, hingga negara menyediakan fasilitas kantor untuk didiami. bahkan ada juga pejabat negeri ini yang memiliki kesulitan finansial untuk sekedar berangkat kerja, hingga negara ikut membantu menyediakan kendaraan dinas (berikut bahan bakar). tidak cuma pejabatnya sendiri, bahkan anggota keluarga mereka pun hidup sangat sederhana, kalau tidak mau dikatakan kekurangan. ada istri pejabat yang sekedar untuk belanja pun mengalami kesulitan, hingga negara turut membantu dengan menyediakan kendaraan dinas.

setidaknya kita masih (harus) memiliki optimisme untuk para pejabat negeri ini. bukan sekedar....